Kau tidak layak untuk itu
Itu hanyalah sepenggal kata yang kubaca dari buku Rectoversonya Dewi Lestari..
hmm… aneh juga.. disaat lagi sibuk-sibuknya thesis, kok sempet yah gw baca yang kaya ginian. Palagi gw terkenal hobi membeli buku namun tak tahu kapan membacanya. Dsamping sedang membaca buku “Quantum Ikhlas” karya Erbe Sentanu dan “Mengungkap pikiran siapapun dan mengarahkannya sesuai yang Anda inginkan” karya David J. Lieberman kok bisa-bisanya gw baca buku ini yah??
Sebenarnya sih bermula dari keisengan saya berjalan ke BSM. Tak pernah terlintas untuk membeli buku bahkan CDnya sekaligus. Tadinya gw beli buku ini karena ada judul lagu “Selamat Ulang Tahun” di buku ini. Yang berkisah mengenai orang yang dikasihinya melewatkan (melupakan) waktu ulang tahun pasangannya. Namun percuma… waktu tidak akan pernah kembali.
Sambil mengantar saudara-saudaraku di BSM, untuk membunuh waktu. Gw membaca halaman-per halaman hingga sampailah pada halaman 56 yang kisah ini bertitelkan “Peluk”. Ada satu bait yang kusuka yaitu :
“Namun kurasa hatimu tahu, seperti hatiku pun tahu. Jika malam ini kita memutuskan untuk bersama, itu karena kita tidak tahu bagaimana menangani kesendirian. Aku tidak ingin bersamamu cuma karena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi”
Berikut ini merupakan penggalan lirik lagu yang memaknai kisah Peluk ini:
Menahun, kutunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini kuharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku
Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku
Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya
Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera
Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata
Tiada yang terobati
Didalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau lepas selamanya
Tak juga kupaksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama
Lepaskanmu segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera
Dan kini kuharap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku
Thank you for reading this post. You can now Read Comments (2) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Tuesday, December 30th, 2008 and is filed under Daily Blog. Tagged with:You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Previous Post: Kemana aku harus bicara? »
Next Post: Sudahkah kau temukan Lentera Jiwamu? »













April 8th, 2009 16:46 GMT
hmmm…
i just can give a comment that…
“di dunia ini tidak ada manusia yang tidak sendiri. Yang membuatnya nya kesepian adalah karena ia tidak dapat menjadi sahabat bagi dirinya sendiri.”
kesendirian yang coba tuk diobati hanya akan menjadi efek domino kesediahan karena kebersamaan itu juga pasti suatu saat akan berkahir,,,dan menjadi kesendirian lagiii
tapiii…
aq dapat berkata bahwa
“Aku pUn sendri..dan kesepian”
April 11th, 2009 10:22 GMT
Wah… yang ini mah jangan ditanggapi atuh..
inimah curcol pribadi.. hehe..