Kemana aku harus bicara?
Fiuh… hari terasa lelah. Disaat sedang deadline thesis, yang terjadi malah deadlock nih otak gw. Gw udah ngerem diri gw di kamar dan didepan laptop. Namun otak gw layaknya mobil butut tahun 70an, tersendat-sendat. Walaupun beberapa situasi sudah mulai meringankan beban gw.. tapi tetep, selalu terlintas di pikiran gw gangguan-gangguan lainnya. Gw udah ga sabar, gw ga sabar gw lulus, gw ga sabar gw masuk ke next step dari hidup gw, gw ga sabar menanti tahun depan. Apa yang akan terjadi di tahun depan? Pastinya harus lebih baik dari tahun sekarang. Gw ga boleh melakukan kesalahan yang sama berkali-kali. Sudah cukup 5 tahun terakhir ini gw belajar banyak hal.
Yang sabar q… kalo kamu tidak sabar. Percuma perjalanan hidup kamu selama 5 tahun kebelakang. Hanya sia-sia. Jangan sia-siakan 5 tahun kebelakang untuk mengorbankan 50 tahun kedepan. Masa depan kamu sudah didepan mata, yang perlu kamu lakukan hanyalah meraihnya dan menggenggam dengan erat.
Fiuh.. Memang berat. Memotivasi orang lain memang lebih mudah dari memotivasi sendiri. Namun apa daya, sang motivator teman-temannya ini ternyata terjerumus.. entah dalam lubang yang sama atau dalam lubang yang baru.. yang pasti tidak bisa keluar begitu saja tanpa membawa perbekalan.
Ya Allah tunjukan jalanmu ya Allah….
Sejenak tuk meringankan pikiran, gw mencoba untuk berlari. Tenang saja… bukan berlari dari kehidupan, tapi jogging di seputaran Cihampelas. Di tahun baru Islam ini, yang gw lakuin hanyalah itu saja.. Paginya.. mengirimkan buku yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi yang menerimanya. Siangnya.. duduk terdiam depan komputer mengerjakan thesis. Sorenya.. Blank… Sehingga saya perlu melakukan aktivitas lain sebagai pemancing ide-ideku.
Butuh ketenangan untuk menyelesaikan ini semua…
Sekarang, saya mau mandi..
Mudah-mudahan bisa menenangkan diri.
Lalu sholat Ashar… dan berdoa kepada Allah untuk menunjukan jalan yang terbaik bagi umatNYA
Thank you for reading this post. You can now Leave A Comment (0) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Monday, December 29th, 2008 and is filed under Daily Blog. Tagged with:You can follow any responses to this entry through the Comments Feed. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Previous Post: Time doesn’t wait »
Next Post: Kau tidak layak untuk itu »












